Contoh soal matematika kelas 8 semester 1 dan pembahasannya

Contoh soal matematika kelas 8 semester 1 dan pembahasannya

Menguasai Matematika Kelas 8 Semester 1: Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam

Matematika, seringkali dianggap sebagai subjek yang menantang, sejatinya adalah bahasa universal yang membantu kita memahami dunia di sekitar. Bagi siswa kelas 8 semester 1, pemahaman konsep-konsep dasar menjadi fondasi penting untuk keberhasilan di jenjang selanjutnya. Semester ini, materi matematika biasanya mencakup topik-topik krusial seperti pola bilangan, persamaan garis lurus, sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV), fungsi, dan teorema Pythagoras.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif melalui contoh-contoh soal yang sering muncul di kelas 8 semester 1, lengkap dengan pembahasan mendalam. Dengan memahami setiap langkah dan logika di balik penyelesaian, diharapkan siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka dalam menghadapi ujian maupun tugas sehari-hari.

Contoh soal matematika kelas 8 semester 1 dan pembahasannya

Bagian 1: Pola Bilangan

Pola bilangan adalah urutan angka yang mengikuti aturan tertentu. Memahami pola ini memungkinkan kita untuk memprediksi angka selanjutnya dalam urutan.

Contoh Soal 1:

Tentukan tiga suku berikutnya dari barisan bilangan berikut: 3, 7, 11, 15, …

Pembahasan:

Langkah pertama adalah mengidentifikasi pola yang ada dalam barisan bilangan tersebut. Mari kita perhatikan selisih antara suku-suku yang berdekatan:

  • 7 – 3 = 4
  • 11 – 7 = 4
  • 15 – 11 = 4

Terlihat bahwa selisih antara setiap suku yang berdekatan adalah konstan, yaitu 4. Ini menunjukkan bahwa barisan bilangan ini adalah barisan aritmetika dengan beda (selisih) sebesar 4.

Untuk menentukan tiga suku berikutnya, kita tinggal menambahkan beda (4) ke suku terakhir yang diketahui:

  • Suku kelima = Suku keempat + 4 = 15 + 4 = 19
  • Suku keenam = Suku kelima + 4 = 19 + 4 = 23
  • Suku ketujuh = Suku keenam + 4 = 23 + 4 = 27

Jadi, tiga suku berikutnya dari barisan bilangan tersebut adalah 19, 23, dan 27.

Rumus Umum Barisan Aritmetika:

Untuk barisan aritmetika, suku ke-n (Un) dapat dihitung dengan rumus:
$U_n = a + (n-1)b$
di mana:

  • $U_n$ adalah suku ke-n
  • $a$ adalah suku pertama
  • $n$ adalah nomor suku
  • $b$ adalah beda barisan

Dalam contoh soal ini, $a = 3$ dan $b = 4$. Jika kita ingin mencari suku ke-10, misalnya:
$U_10 = 3 + (10-1)4 = 3 + 9 times 4 = 3 + 36 = 39$.

Bagian 2: Persamaan Garis Lurus

Persamaan garis lurus menggambarkan hubungan antara koordinat x dan y pada sebuah garis di bidang Kartesius.

Contoh Soal 2:

Tentukan gradien (kemiringan) dari garis yang melalui titik A(2, 5) dan B(6, 13).

Pembahasan:

Gradien sebuah garis yang melalui dua titik $(x_1, y_1)$ dan $(x_2, y_2)$ dihitung menggunakan rumus:
$m = fracy_2 – y_1x_2 – x_1$

Dalam soal ini, kita bisa menetapkan:

  • $(x_1, y_1) = (2, 5)$
  • $(x_2, y_2) = (6, 13)$

Substitusikan nilai-nilai ini ke dalam rumus gradien:
$m = frac13 – 56 – 2$
$m = frac84$
$m = 2$

Jadi, gradien dari garis yang melalui titik A dan B adalah 2.

READ  Menguasai Microsoft Word Starter: Panduan Lengkap Mengubah Inci ke Sentimeter untuk Akurasi Dokumen Anda

Contoh Soal 3:

Tentukan persamaan garis yang melalui titik (3, 4) dengan gradien 2.

Pembahasan:

Kita dapat menggunakan bentuk umum persamaan garis lurus, yaitu $y – y_1 = m(x – x_1)$, di mana $(x_1, y_1)$ adalah salah satu titik yang dilalui garis dan $m$ adalah gradiennya.

Diketahui:

  • Titik $(x_1, y_1) = (3, 4)$
  • Gradien $m = 2$

Substitusikan nilai-nilai ini ke dalam rumus:
$y – 4 = 2(x – 3)$
$y – 4 = 2x – 6$

Untuk mendapatkan bentuk umum $y = mx + c$, kita pindahkan konstanta -4 ke ruas kanan:
$y = 2x – 6 + 4$
$y = 2x – 2$

Jadi, persamaan garis tersebut adalah $y = 2x – 2$.

Contoh Soal 4:

Tentukan persamaan garis yang sejajar dengan garis $2x + 3y = 6$ dan melalui titik (-1, 5).

Pembahasan:

Dua garis dikatakan sejajar jika gradiennya sama. Pertama, kita cari gradien dari garis $2x + 3y = 6$. Ubah persamaan ini ke bentuk $y = mx + c$:
$3y = -2x + 6$
$y = -frac23x + 2$

Gradien garis ini adalah $m_1 = -frac23$. Karena garis yang dicari sejajar, maka gradiennya juga sama, yaitu $m_2 = -frac23$.

Sekarang, kita gunakan titik (-1, 5) dan gradien $m_2 = -frac23$ untuk mencari persamaan garis baru menggunakan rumus $y – y_1 = m(x – x_1)$:
$y – 5 = -frac23(x – (-1))$
$y – 5 = -frac23(x + 1)$

Kalikan kedua ruas dengan 3 untuk menghilangkan pecahan:
$3(y – 5) = -2(x + 1)$
$3y – 15 = -2x – 2$

Susun ulang persamaan ke bentuk umum $Ax + By = C$:
$2x + 3y = -2 + 15$
$2x + 3y = 13$

Jadi, persamaan garis yang sejajar dengan $2x + 3y = 6$ dan melalui titik (-1, 5) adalah $2x + 3y = 13$.

Bagian 3: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

SPLDV adalah sistem yang terdiri dari dua persamaan linear dengan dua variabel. Solusi dari SPLDV adalah pasangan nilai variabel yang memenuhi kedua persamaan secara bersamaan.

Contoh Soal 5:

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut menggunakan metode substitusi:
1) $x + y = 5$
2) $2x – y = 4$

Pembahasan:

Metode substitusi melibatkan penggantian salah satu variabel dari satu persamaan ke persamaan lainnya.

Dari persamaan (1), kita bisa mengekspresikan $y$ dalam bentuk $x$:
$y = 5 – x$

Sekarang, substitusikan ekspresi $y$ ini ke dalam persamaan (2):
$2x – (5 – x) = 4$
$2x – 5 + x = 4$
$3x – 5 = 4$
$3x = 4 + 5$
$3x = 9$
$x = frac93$
$x = 3$

Setelah mendapatkan nilai $x$, substitusikan kembali nilai $x = 3$ ke dalam salah satu persamaan awal (misalnya persamaan 1) untuk mencari nilai $y$:
$x + y = 5$
$3 + y = 5$
$y = 5 – 3$
$y = 2$

READ  Beasiswa australia

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah $(x, y) = (3, 2)$.

Contoh Soal 6:

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut menggunakan metode eliminasi:
1) $3x + 2y = 7$
2) $2x – 3y = -4$

Pembahasan:

Metode eliminasi melibatkan penjumlahan atau pengurangan persamaan untuk menghilangkan salah satu variabel. Agar salah satu variabel bisa dieliminasi, koefisien variabel tersebut pada kedua persamaan harus sama atau berlawanan.

Kita akan mengeliminasi variabel $y$. Koefisien $y$ pada persamaan (1) adalah 2, dan pada persamaan (2) adalah -3. Kelipatan persekutuan terkecil dari 2 dan 3 adalah 6.
Kalikan persamaan (1) dengan 3 dan persamaan (2) dengan 2:

Persamaan (1) dikali 3:
$3 times (3x + 2y = 7) implies 9x + 6y = 21$ (Persamaan 3)

Persamaan (2) dikali 2:
$2 times (2x – 3y = -4) implies 4x – 6y = -8$ (Persamaan 4)

Sekarang, kita jumlahkan Persamaan 3 dan Persamaan 4 karena koefisien $y$ memiliki tanda yang berlawanan (+6y dan -6y):
$(9x + 6y) + (4x – 6y) = 21 + (-8)$
$9x + 4x + 6y – 6y = 21 – 8$
$13x = 13$
$x = frac1313$
$x = 1$

Setelah mendapatkan nilai $x = 1$, substitusikan kembali ke salah satu persamaan awal (misalnya persamaan 1) untuk mencari nilai $y$:
$3x + 2y = 7$
$3(1) + 2y = 7$
$3 + 2y = 7$
$2y = 7 – 3$
$2y = 4$
$y = frac42$
$y = 2$

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah $(x, y) = (1, 2)$.

Bagian 4: Fungsi

Fungsi adalah relasi khusus di mana setiap elemen dari himpunan pertama (domain) berpasangan dengan tepat satu elemen dari himpunan kedua (kodomain).

Contoh Soal 7:

Diketahui fungsi $f(x) = 3x – 5$. Tentukan nilai dari:
a) $f(4)$
b) $f(-2)$

Pembahasan:

Untuk menentukan nilai fungsi pada suatu input, kita cukup mengganti variabel $x$ dalam rumus fungsi dengan nilai input tersebut.

a) Menentukan $f(4)$:
Ganti setiap $x$ dalam $f(x) = 3x – 5$ dengan 4.
$f(4) = 3(4) – 5$
$f(4) = 12 – 5$
$f(4) = 7$

b) Menentukan $f(-2)$:
Ganti setiap $x$ dalam $f(x) = 3x – 5$ dengan -2.
$f(-2) = 3(-2) – 5$
$f(-2) = -6 – 5$
$f(-2) = -11$

Jadi, nilai $f(4)$ adalah 7 dan nilai $f(-2)$ adalah -11.

Contoh Soal 8:

Sebuah fungsi dinyatakan dengan rumus $f(x) = ax + b$. Jika diketahui $f(2) = 10$ dan $f(5) = 19$, tentukan nilai $a$ dan $b$. Kemudian, tentukan rumus fungsi $f(x)$ tersebut.

Pembahasan:

Kita memiliki dua informasi yang dapat diubah menjadi persamaan linear:

  • $f(2) = 10 implies a(2) + b = 10 implies 2a + b = 10$ (Persamaan 1)
  • $f(5) = 19 implies a(5) + b = 19 implies 5a + b = 19$ (Persamaan 2)

Sekarang kita memiliki sistem persamaan linear dua variabel untuk mencari nilai $a$ dan $b$. Kita dapat menggunakan metode eliminasi. Kurangkan Persamaan 1 dari Persamaan 2:
$(5a + b) – (2a + b) = 19 – 10$
$5a + b – 2a – b = 9$
$3a = 9$
$a = frac93$
$a = 3$

READ  Contoh soal matematika kelas 8 semester 1 beserta konci jawaban

Setelah mendapatkan nilai $a = 3$, substitusikan kembali ke Persamaan 1:
$2a + b = 10$
$2(3) + b = 10$
$6 + b = 10$
$b = 10 – 6$
$b = 4$

Jadi, nilai $a = 3$ dan nilai $b = 4$. Rumus fungsi $f(x)$ adalah $f(x) = 3x + 4$.

Bagian 5: Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras menyatakan bahwa dalam segitiga siku-siku, kuadrat panjang sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi-sisi lainnya (sisi siku-siku). Rumusnya adalah $a^2 + b^2 = c^2$, di mana $c$ adalah panjang sisi miring, dan $a$ serta $b$ adalah panjang sisi siku-siku.

Contoh Soal 9:

Sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi siku-siku 6 cm dan 8 cm. Tentukan panjang sisi miringnya.

Pembahasan:

Kita dapat menggunakan Teorema Pythagoras. Misalkan:

  • $a = 6$ cm
  • $b = 8$ cm
  • $c$ adalah panjang sisi miring yang akan kita cari.

Menggunakan rumus $a^2 + b^2 = c^2$:
$6^2 + 8^2 = c^2$
$36 + 64 = c^2$
$100 = c^2$

Untuk mencari $c$, ambil akar kuadrat dari kedua sisi:
$c = sqrt100$
$c = 10$ cm

Jadi, panjang sisi miring segitiga tersebut adalah 10 cm.

Contoh Soal 10:

Sebuah tangga sepanjang 5 meter bersandar pada dinding sebuah rumah. Jarak ujung bawah tangga ke dinding adalah 3 meter. Tentukan tinggi dinding yang dicapai oleh ujung atas tangga.

Pembahasan:

Situasi ini dapat digambarkan sebagai segitiga siku-siku, di mana:

  • Panjang tangga adalah sisi miring ($c = 5$ meter).
  • Jarak ujung bawah tangga ke dinding adalah salah satu sisi siku-siku ($a = 3$ meter).
  • Tinggi dinding yang dicapai tangga adalah sisi siku-siku lainnya ($b$, yang akan kita cari).

Menggunakan Teorema Pythagoras $a^2 + b^2 = c^2$:
$3^2 + b^2 = 5^2$
$9 + b^2 = 25$
$b^2 = 25 – 9$
$b^2 = 16$

Untuk mencari $b$, ambil akar kuadrat dari kedua sisi:
$b = sqrt16$
$b = 4$ meter

Jadi, tinggi dinding yang dicapai oleh ujung atas tangga adalah 4 meter.

Penutup

Memahami contoh-contoh soal dan pembahasannya secara menyeluruh adalah kunci untuk menguasai materi matematika kelas 8 semester 1. Setiap topik, mulai dari pola bilangan yang membangun logika berpikir, persamaan garis lurus yang memperkenalkan konsep hubungan antar variabel, SPLDV yang melatih pemecahan masalah, fungsi yang merupakan dasar dari banyak konsep matematika lanjutan, hingga Teorema Pythagoras yang fundamental dalam geometri, semuanya memiliki peran penting.

Latihlah soal-soal serupa secara mandiri dan jangan ragu untuk bertanya kepada guru atau teman jika menemui kesulitan. Dengan latihan yang konsisten dan pemahaman yang mendalam, matematika akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Selamat belajar!

>

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like these